EXTREMELY SUSPICIOUS
Melancholic girl | obsessed be a writer | 90's @octavianrisna | OCTVNRSN | I'm 18 years old
Rabu, 16 April 2014
The whole world's scared, so I swallow the fear
The only thing I should be drinking is an ice cold beer
So cool in lying and we try, try, try but we try too hard
And it's a waste of my time.
Done looking for the critics, cause they're everywhere
They don't like my jeans, they don't get my hair
Exchange ourselves and we do it all the time
Why do we do that, why do I do that (why do I do that)?
The only thing I should be drinking is an ice cold beer
So cool in lying and we try, try, try but we try too hard
And it's a waste of my time.
Done looking for the critics, cause they're everywhere
They don't like my jeans, they don't get my hair
Exchange ourselves and we do it all the time
Why do we do that, why do I do that (why do I do that)?
Kamis, 03 April 2014
...
I wasn't worried about the small things
Tried to bury what they might or could of meant
And as far away as you coould get, as distant as you've ever been
you still love me
The book of love is fiction
written by the lonliest to sing
Thinking led into the best
Learning things they should forget
Until the end
It's time we had a plan then
Of who should go, and who should stay, and when
Until one of us can say it like it is
You've already made your own bed
Can you tell me what just happened
Where's my girlfriend with her ancient pindred lime
I pick you up on a wednesday night
Go out for our secret drive
Like we were kids
Will we be alright
I have never doubted it before my friend
Are they ever comming back again
Those feelings that we started with
I'll give it time
I deserve the truth
But I'm so afraid of what it'd do
Finally seeing us for how it really is
I've been alone just never noted
Jimmy Eat World - Book Of Love
I wasn't worried about the small things
Tried to bury what they might or could of meant
And as far away as you coould get, as distant as you've ever been
you still love me
The book of love is fiction
written by the lonliest to sing
Thinking led into the best
Learning things they should forget
Until the end
It's time we had a plan then
Of who should go, and who should stay, and when
Until one of us can say it like it is
You've already made your own bed
Can you tell me what just happened
Where's my girlfriend with her ancient pindred lime
I pick you up on a wednesday night
Go out for our secret drive
Like we were kids
Will we be alright
I have never doubted it before my friend
Are they ever comming back again
Those feelings that we started with
I'll give it time
I deserve the truth
But I'm so afraid of what it'd do
Finally seeing us for how it really is
I've been alone just never noted
Jimmy Eat World - Book Of Love
Untuk Laviona
Malam ini akan
kuceritakan sebuah kisah pendek, sebenarnya cukup panjang karena
berhalam-halaman pun takkan cukup, maka aku tuliskan bagian-bagian yang aku
ingat saja dulu. Setelah semuanya kuingat mungkin akan ku susun ceritanya kalau
sempat. Jadi sembari aku menghabiskan oreo dan frappucinno ku mari kita
selesaikan.
Namanya Laviona
Celiya atau 'Viona' , dia gadis bandung kelahiran tahun '90 pada minggu keempat
di bulan itu.. Oh iya tanggal dan bulan aku samarkan ditakutkan akan ada
kesamaan tokoh didalam kehidupan nyata he he.. Tahun lalu dia baru saja lulus
dari sebuah SMA Negeri di bandung. Dia menyukai hal-hal yang berbau seni. Ibunya
seorang pelukis terkenal pada tahun 1988 di Bandung, mungkin darah seni nya
mengalir pada Viona. Dia juga gemar mendengarkan musik apalagi jazz dan tak
pernah absen untuk datang ke java jazz festival, dia suka berkutat dengan blog
miliknya atau duduk berjam-jam untuk membaca. Yang pasti itu sebuah novel,
ensiklopedi, terlebih dia sangat menyukai karya-karya ilmiah dari Einstein
dengan segala teori-teori nya, oiya dia juga penggemar berat novel-novel Dan
Brown dari mulai The Davinci Code, Angel and Demon, The Lost Symbol hingga
Inferno, dia begitu mengikutinya. Tak terlewat karya Thommas Harris juga dari
Red Dragon lalu The Silence Of The Lambs hingga Hannibal Rising-nya. Bagi dia
membaca adalah sebuah ketenangan. Dia akan melanjutkan studi nya tahun ini, dengan
mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Sekarang ini viona kurang lebih
sudah 9 bulan bekerja di sebuah toko kue di daerah dago, namanya aku samarkan
juga ya, nanti dikira iklan. Namun pada awal september kisah ini baru akan
dimulai...
Cowok ordinary satu
ini bernama Wiraggy Aditama sebut saja 'Raggy', cowok kelahiran kota kembang,
berzodiak leo, dengan kulit sawo matang dan earpod yang tak pernah lepas dari
telinganya (pantesan suka rada budek kalo dipanggil nyaut nya lama.. gak peka
sih lauuu~) Tak berbeda dengan viona, raggy juga cukup suka membaca. Namun
bacaan raggy agak berat, seperti hari-harinya yang selalu berat sebelum bertemu
Viona (ha ha) tapi sekarang dia sedang menyelesaikan 1Q84 karya Haruki Murakami
(hmm cukup tebal sih..) .Wiraggy adalah seorang mahasiswa jurusan komunikasi disebuah
universitas swasta di bandung, namun belum kunjung lulus juga, alasannya sih
sibuk mengais rezeki jadi kuliahnya terbengkalai (ahh klasik!). raggy bekerja
disebuah kantor properti yang letaknya bersebelahan dengan toko kue tempat viona
bekerja. Viona dan Raggy sudah sering bertemu, tapi keduanya sama-sama bersikap
dingin dan biasa saja. Singkat cerita, lambat laun raggy dan viona saling mengenal..
bahkan lebih jauh dari sekedar berteman...
*di suatu siang saat
asam lambung mulai menebarkan wangi yang kurang enak*
Raggy :" pina udah makan belom? kalo belom
bareng yuk udah bau lambung nih mulut"
Viona :" belom gy, errrrghhh yaudah yuk. Mau
makan dimana?"
Raggy :" Mcd simpang enak kali yaaa,
gimana?"
Viona :" ahhh terbaik! cabss"
Setelah menentukan
tempat akhirnya mereka pergi makan siang. Lagi lagi..ketika mereka berboncengan
selalu saja ada canda tawa yang menemani diperjalanan. Jauh atau dekatnya jarak
yang ditempuh bukanlah suatu ukuran untuk tetap bercanda saat kendaraan Raggy
melaju. Sedekat itulah mereka, seakrab itulah mereka, sehingga tak terlihat
batasan untuk seorang teman atau bahkan sahabat sekalipun.
Malam itu seperti
biasa smartphone viona bergetar, diterimanya 1 pesan dari raggy.
*1 Message from Egy
Aditama*
Raggy :" pinaaa udah tidur?"
Viona :" belom gy belom ngantuk nih"
Raggy :" gue telfon boleh nggak? Hehe"
Viona :" mau banget?"
Raggy :" kalo gak boleh juga gak apa apa
ko"
Viona :" hahaha, yauds shikattttt"
Seketika smartphone
viona bergetar beberapa kali dan lebih lama, 1 panggilan dari raggy langsung
diangkat. Mereka bercakap-cakap dalam pekatnya malam itu.. Diatas atap kamar
viona, jauh diatas sana, dilangit malam yang cantik terlihat gurat senyum
kebahagiaan bulan purnama, ditaburi kawanan bintang dimusim panas, mereka pun
larut dalam hangatnya obrolan dan gelak tawa yang khas. Yahh seperti itulah
malam-malam yang pernah terjadi dihidup viona juga raggy. Bercerita, berkeluh
kesah, tertawa…. Kebahagiaan yang tak terlupakan.
* 3 months later*
Selama ini raggy diam-diam menyimpan rasa pada viona,
lebih dari suka. Namun raggy begitu sulit untuk mengungkapkan semuanya pada
viona. Tapi raggy tak ingin bila harus terjebak di “friend zone”
Petra :” egy lu
mau sampe kapan sih kayak gini terus? Gak jelas lu sama si vio. Tegas dong!
Ambil sikap! Lu tuh cowok gitu please..”
*petra adalah teman baik raggy*
Raggy :” Iya
gue tau, gue juga gak bisa nahan ini lebih lama. Tapi gue sadar diri, gue tau
kapasitas gue segimana, lagian yakinlah si vio mana mau sama cowok kayak gue”
Petra :” kalo gak dicoba mana bisa regiiiiiiiiiiiiiii
ah lu!
Raggy :” ….”
(raggy diam beberapa saat tak berkutik,
tersirat jelas garis-garis kesedihan dimuka nya)
Petra :” ehhh ni anak malah bengong, eh dongo! “
Raggy :” lu bener ra! Gue harus! “
Petra :” iye! harus apa? “
Raggy :” harus banget makan, gilak udah bau lambung
ini masa daritadi gak kecium? udah ah makan dulu, salatri “
Petra :” racun emang lo! Regiiiiiii !”
(mungkin raggy lelah memikirkan soal cinta
melulu...)
Namun
Viona masih bingung dengan perasaannya, terkadang dia rindu pada raggy, sangat
rindu. Tapi acapkali viona mempertanyakan pada dirinya sendiri, bila nanti
raggy menyatakan perasaannya, maka apa yang akan viona lakukan? Sedangkan viona
tak pernah bisa menempatkan raggy diruang kosong dihatinya, Karena raggy
hanyalah sebagai sahabat bagi viona, mungkin lebih sedikit. Namun viona tak
pernah bisa untuk berkomitmen dalam sebuah status bersama raggy.
Hari
itu Laviona libur, dan sudah memang direncanakan dari jauh-jauh hari kalau dia
akan berenang. Pagi yang sangat mendung. Cahaya matahari terhalangi oleh awan
kelabu yang menghembuskan angin kesenduan dan hawa busuk dari alam baka kedalam
hati para jomblo yang sedang dimabuk rindu (huffft banget kan?!) tapi tersempil
secuil kebahagiaan di awan itu. Viona masih berbaring dengan mengotak-atik
smartphone nya.
*on
BBM*
…..
Raggy :” hahaha kita udah lama kenal kok cuma baru
ketemu aja~ gue mau masak “pengumuman” ahaha can I ask you something? Tar
tmenin gue bbman boleh? Nampak abu-abu hari ini soalnya. Tapi kalo lg gak sibuk
ajaa”
Viona :” asli abu banget hari ini zzz, ya tar gue
temenin kalo gasibuk ya. Inget tapi lu jangan bbm sebelom gue bbm duluan oke?
Setuju?
Raggy :” yesss!”
Niat
raggy untuk mengajak viona pergi urung karena dia sudah ada acara sendiri,
raggy tau kalau hari itu viona sangat sangat bete. Dan bunga tulip sudah
terlanjur raggy pesan.. raggy memikirkan cara lain.
Viona
sudah siap-siap dengan tas olahraga nya untuk pergi berenang. Dia menggunakan
tanktop abu ditambah luaran jaket parasut adidas putih bergaris hitam serta
legging hitam selutut dan nike roshe run, tak lupa rambutnya yang lurus sebahu
diikat agak tinggi. Viona mengunci pintu kamarnya lalu berjalan turun melewati
tangga dan mampir ke dapur untuk mengambil sekotak jus jeruk dari lemari
es. Setelah itu dia bergegas menuju
pintu depan. Dia membuka pintu,lalu keluar seraya menutup dan menguncinya,
kemudian menyalakan starter dan pergi ke tempat renang dengan menggunakan motor
yang lebih sering diparkir dirumah ketimbang dia gunakan. Satu kalimat.. “hari
ini bener-bener suntuk!” kata viona sambil memacu kendaraannya.
Pukul
05:00 tepat, vio sudah kembali kerumah. Sewaktu dia berjalan ke arah pintu dia
mendapati beberapa tangkai tulip yang dirangkai begitu cantik tersimpan dibawah
lantai didepan pintu. Vio memungutnya lalu membaca tulisan yang disisipkan
didepan bungkusan bunga tersebut..
Is there still grey?
I hope now more than before
I’m sorry for this late
Happy birthday !
Be the first is ordinary
But be the last is extra ordinary
But be the first and the last is great!
I hope so…
Dia mendekapnya,
mengarahkan tulip-tulip itu ke bagian antara hidung dan mulut, menghirupnya
sambil memejamkan mata. Lalu berbisik didalam hati.. “Thanks raggy…”
Tersungging senyum manis dari bibirnya.
Viona
mulai sering salah tingkah, bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Haha
mungkin karena dia juga mulai menyukai si cowok berkulit sawo matang itu.
*few days later…*
Wednesday.
Jadwal viona masuk pagi. Waktu sore-sore yang cerah sekitar pukul 3:00 vio
pamit pulang sama teman-temannya yang suka nongkrong atau sekadar
ngobrol-ngobrol ditoko kue itu. Namun sewaktu menghampiri meja, vio malah
keasyikan ikut ngerumpi. Akhirnya pukul 5:00 vio pamit untuk yang kedua kalinya
dan benar benar pulang kali ini. Viona memapah kakinya menuju pintu, saat pintu
itu dibuka dia mendapati raggy sedang duduk diluar.
Viona :” hi gy duluan yaa”
Raggy :” ehh..oh.. i..iya vio hati hati”
Entah
vio kurang peka, entah ia ada keperluan sehingga terburu-buru. Namun sikapnya
begitu dingin pada raggy tak seperti biasanya, padahal raggy akan mengantarnya
pulang.. tadinya. Dan ini benar-benar membuat raggy bingung
*di
angkot*
Vio daritadi
anteng memutar lagu lewat earpod yang dijejalkan ke lubang telinganya, Beberapakali
dia merepeat Take You Away-nya Aungus and Julia Stone dan Wake Up Exhausted-nya
Tegan & Sara, sebuah band pop indie asal Canada. Air mukanya begitu suram
seperti nenek lampir yang sedang murka dengan ancang-ancang mau balas dendam
pada musuhnya. Gengsi! Satu kata itu yang ada dibenaknya sendiri dari tadi.
Viona
talk to herself : “Iye! Gue tuh gengsi mau minta anter balik -_- sulit jadi gue!
Serba dibawa perasaan. egy gue butuh lo…”
Vio
masih ngedumel didalam hati. Tiba-tiba dia melihat raggy yang mendadahinya
berusaha menyadarkan vio dari lamunan, (What??) Raggy sedang mencoba menyamai
kecepatannya motornya dengan angkot yang vio tumpangi dan lalu menepi. Vio
sudah tau apa yang seharusnya dia lakukan saat itu.
Viona :”kiri kiri pak”
Vio
langsung bergegas turun seraya mengayunkan lengannya membayar ongkos pecahan
2000an 2 lembar dengan air muka yang masih tetap suntuk sama seperti saat ia
duduk di angkot tadi, vio lalu menghampiri raggy
Viona :” ngapain sih?”
Raggy :” yess! Akhirnya berhasil nemuin lu di angkot
hehe”
Tak
dipungkiri, vio tak bisa menahan senyum tipis nya yang tersipu malu yang lalu
berubah menjadi berseri-seri. Sebab keinginannya terkabul (hahaheey)
(Benar kata orang ya, masa-masa pendekatan
itu adalah masa yang paling menyenangkan. Setelah menjadi pacar, yaa bisa saja
semua hal-hal romantik itu hilang..)
*few months
later…*
Raggy memberikan viona
sebuah kotak dari kayu ek yang berisi sebuah sweater rajut, beberapa
foto-fotonya bersama vio dan beberapa helai tulisan-tulisannya tentang viona,
mungkin beberapa robekan dari handbook-nya.
(aku jadi segih begini…duh egy yang sabar ya!)
Viona tidak terkejut melainkan hatinya teriris membaca
tulisan raggy, sebab dia tahu, dia tahu sebesar apa perasaan raggy padanya,
dihantui rasa bersalah dan perasaan serbasalah (udah raisa banget kannn?!).
Belum ada pria lain yang mengisi hati viona tapi raggy, Wiraggy Aditama masih
belum bisa membuat viona berkata “ya” untuk menerimanya sebagai kekasihnya
kelak. Satu… dua… hingga tak terasa derasnya tetesan airmata membasahi lembar
kertas yang dia dekap didadanya. Seketika hujan turun, begitu deras.
*mungkin beberapa minggu kemudian, dan terjadi kecanggungan diantara keduanya*
Sudah beberapa minggu ini raggy dan vio sudah tak
kelihatan bersama seperti biasanya. Ini yang paling menyakitkan buat keduanya.
Dilanda rasa rindu yang hebat.
Tiba-tiba smartphone viona bergetar 1 kali
*1 message from Egy Aditama*
Raggy :” Hi Laviona
celiya, how’s life? Mmm besok kerja apa?”
Viona girang bukan main! (wanita itu mahluk yang terbuat
dari 98% gengsi hufffft! )
Viona :” halo wiraggy aditama, I’m fine enough
(boong tuh) masuk pagi sih, ada apa?”
Raggy :” lama ya kita gak cerita-cerita, besok
temenin aku yuk?”
Viona :” iya hehe, kemana?”
Raggy :” pokoknya ikut aja dulu, ok besok aku jemput
ya”
Viona :” eh..?! Ah.. mmm baiklah raggs”
Aku
bingung, melanjutkan cerita ini atau nggak.
Aku
mulai kehabisan ide, agak mentok rupanya. Comment saja kalau mau kasih ide ya!
Biasaaa buat cerita endingnya hehee. Maafkan ya, aku ingin akhir ceritanya berkesan,
menarik dan tidak biasa.
Biasanya
kalau berpikir keras atau menghayal agak lama otakku selalu minta istirahat,
katanya sudah waktunya tidur. Lagipula oreo dan frapucinno ku sudah tanggal
sedari tadi. Jadi nanti ku tentukan dulu ya selagi aku memilah-milah dan
menyusun episode nya (yang hanya 2 apa 3 gitu…ehehee).
Selamat
malam para nocturnal, tetap berlindung dibawah selimut semesta ya, tenang saja
karena gangguan tidur itu hanya sementara, agak menguntungkan buatku, buktinya
jadi cerita nih ha ha. Salam hangat terdahsyat terdepan dan terbaik dari aku
ya, terutama untuk si dia…
Yang
mengaku namanya Wiraggy Aditama.
-nayaa2014- #latepost
#latepost #latepost
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)

