Kamis, 03 April 2014

Untuk Laviona

Malam ini akan kuceritakan sebuah kisah pendek, sebenarnya cukup panjang karena berhalam-halaman pun takkan cukup, maka aku tuliskan bagian-bagian yang aku ingat saja dulu. Setelah semuanya kuingat mungkin akan ku susun ceritanya kalau sempat. Jadi sembari aku menghabiskan oreo dan frappucinno ku mari kita selesaikan.



Namanya Laviona Celiya atau 'Viona' , dia gadis bandung kelahiran tahun '90 pada minggu keempat di bulan itu.. Oh iya tanggal dan bulan aku samarkan ditakutkan akan ada kesamaan tokoh didalam kehidupan nyata he he.. Tahun lalu dia baru saja lulus dari sebuah SMA Negeri di bandung. Dia menyukai hal-hal yang berbau seni. Ibunya seorang pelukis terkenal pada tahun 1988 di Bandung, mungkin darah seni nya mengalir pada Viona. Dia juga gemar mendengarkan musik apalagi jazz dan tak pernah absen untuk datang ke java jazz festival, dia suka berkutat dengan blog miliknya atau duduk berjam-jam untuk membaca. Yang pasti itu sebuah novel, ensiklopedi, terlebih dia sangat menyukai karya-karya ilmiah dari Einstein dengan segala teori-teori nya, oiya dia juga penggemar berat novel-novel Dan Brown dari mulai The Davinci Code, Angel and Demon, The Lost Symbol hingga Inferno, dia begitu mengikutinya. Tak terlewat karya Thommas Harris juga dari Red Dragon lalu The Silence Of The Lambs hingga Hannibal Rising-nya. Bagi dia membaca adalah sebuah ketenangan. Dia akan melanjutkan studi nya tahun ini, dengan mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Sekarang ini viona kurang lebih sudah 9 bulan bekerja di sebuah toko kue di daerah dago, namanya aku samarkan juga ya, nanti dikira iklan. Namun pada awal september kisah ini baru akan dimulai...



Cowok ordinary satu ini bernama Wiraggy Aditama sebut saja 'Raggy', cowok kelahiran kota kembang, berzodiak leo, dengan kulit sawo matang dan earpod yang tak pernah lepas dari telinganya (pantesan suka rada budek kalo dipanggil nyaut nya lama.. gak peka sih lauuu~) Tak berbeda dengan viona, raggy juga cukup suka membaca. Namun bacaan raggy agak berat, seperti hari-harinya yang selalu berat sebelum bertemu Viona (ha ha) tapi sekarang dia sedang menyelesaikan 1Q84 karya Haruki Murakami (hmm cukup tebal sih..) .Wiraggy adalah seorang mahasiswa jurusan komunikasi disebuah universitas swasta di bandung, namun belum kunjung lulus juga, alasannya sih sibuk mengais rezeki jadi kuliahnya terbengkalai (ahh klasik!). raggy bekerja disebuah kantor properti yang letaknya bersebelahan dengan toko kue tempat viona bekerja. Viona dan Raggy sudah sering bertemu, tapi keduanya sama-sama bersikap dingin dan biasa saja. Singkat cerita, lambat laun raggy dan viona saling mengenal.. bahkan lebih jauh dari sekedar berteman...

*di suatu siang saat asam lambung mulai menebarkan wangi yang kurang enak*
Raggy  :" pina udah makan belom? kalo belom bareng yuk udah bau lambung nih mulut"
Viona    :" belom gy, errrrghhh yaudah yuk. Mau makan dimana?"
Raggy  :" Mcd simpang enak kali yaaa, gimana?"
Viona    :" ahhh terbaik! cabss"

Setelah menentukan tempat akhirnya mereka pergi makan siang. Lagi lagi..ketika mereka berboncengan selalu saja ada canda tawa yang menemani diperjalanan. Jauh atau dekatnya jarak yang ditempuh bukanlah suatu ukuran untuk tetap bercanda saat kendaraan Raggy melaju. Sedekat itulah mereka, seakrab itulah mereka, sehingga tak terlihat batasan untuk seorang teman atau bahkan sahabat sekalipun.

Malam itu seperti biasa smartphone viona bergetar, diterimanya 1 pesan dari raggy.
*1 Message from Egy Aditama*
Raggy  :" pinaaa udah tidur?"
Viona    :" belom gy belom ngantuk nih"
Raggy  :" gue telfon boleh nggak? Hehe"
Viona    :" mau banget?"
Raggy  :" kalo gak boleh juga gak apa apa ko"
Viona    :" hahaha, yauds shikattttt"

Seketika smartphone viona bergetar beberapa kali dan lebih lama, 1 panggilan dari raggy langsung diangkat. Mereka bercakap-cakap dalam pekatnya malam itu.. Diatas atap kamar viona, jauh diatas sana, dilangit malam yang cantik terlihat gurat senyum kebahagiaan bulan purnama, ditaburi kawanan bintang dimusim panas, mereka pun larut dalam hangatnya obrolan dan gelak tawa yang khas. Yahh seperti itulah malam-malam yang pernah terjadi dihidup viona juga raggy. Bercerita, berkeluh kesah, tertawa…. Kebahagiaan yang tak terlupakan.


* 3 months later*

Selama ini raggy diam-diam menyimpan rasa pada viona, lebih dari suka. Namun raggy begitu sulit untuk mengungkapkan semuanya pada viona. Tapi raggy tak ingin bila harus terjebak di “friend zone”

Petra    :” egy lu mau sampe kapan sih kayak gini terus? Gak jelas lu sama si vio. Tegas dong! Ambil sikap! Lu tuh cowok gitu please..”
*petra adalah teman baik raggy*
Raggy  :” Iya gue tau, gue juga gak bisa nahan ini lebih lama. Tapi gue sadar diri, gue tau kapasitas gue segimana, lagian yakinlah si vio mana mau sama cowok kayak gue”
Petra    :” kalo gak dicoba mana bisa regiiiiiiiiiiiiiii ah lu!
Raggy  :” ….”
(raggy diam beberapa saat tak berkutik, tersirat jelas garis-garis kesedihan dimuka nya)
Petra    :” ehhh ni anak malah bengong, eh dongo! “
Raggy  :” lu bener ra! Gue harus! “
Petra    :” iye! harus apa? “
Raggy  :” harus banget makan, gilak udah bau lambung ini masa daritadi gak kecium? udah ah makan dulu, salatri “
Petra    :” racun emang lo! Regiiiiiii !”
(mungkin raggy lelah memikirkan soal cinta melulu...)

Namun Viona masih bingung dengan perasaannya, terkadang dia rindu pada raggy, sangat rindu. Tapi acapkali viona mempertanyakan pada dirinya sendiri, bila nanti raggy menyatakan perasaannya, maka apa yang akan viona lakukan? Sedangkan viona tak pernah bisa menempatkan raggy diruang kosong dihatinya, Karena raggy hanyalah sebagai sahabat bagi viona, mungkin lebih sedikit. Namun viona tak pernah bisa untuk berkomitmen dalam sebuah status bersama raggy.


Hari itu Laviona libur, dan sudah memang direncanakan dari jauh-jauh hari kalau dia akan berenang. Pagi yang sangat mendung. Cahaya matahari terhalangi oleh awan kelabu yang menghembuskan angin kesenduan dan hawa busuk dari alam baka kedalam hati para jomblo yang sedang dimabuk rindu (huffft banget kan?!) tapi tersempil secuil kebahagiaan di awan itu. Viona masih berbaring dengan mengotak-atik smartphone nya.
*on BBM*
…..
Raggy  :” hahaha kita udah lama kenal kok cuma baru ketemu aja~ gue mau masak “pengumuman” ahaha can I ask you something? Tar tmenin gue bbman boleh? Nampak abu-abu hari ini soalnya. Tapi kalo lg gak sibuk ajaa”
Viona    :” asli abu banget hari ini zzz, ya tar gue temenin kalo gasibuk ya. Inget tapi lu jangan bbm sebelom gue bbm duluan oke? Setuju?
Raggy  :” yesss!”

Niat raggy untuk mengajak viona pergi urung karena dia sudah ada acara sendiri, raggy tau kalau hari itu viona sangat sangat bete. Dan bunga tulip sudah terlanjur raggy pesan.. raggy memikirkan cara lain.

Viona sudah siap-siap dengan tas olahraga nya untuk pergi berenang. Dia menggunakan tanktop abu ditambah luaran jaket parasut adidas putih bergaris hitam serta legging hitam selutut dan nike roshe run, tak lupa rambutnya yang lurus sebahu diikat agak tinggi. Viona mengunci pintu kamarnya lalu berjalan turun melewati tangga dan mampir ke dapur untuk mengambil sekotak jus jeruk dari lemari es.  Setelah itu dia bergegas menuju pintu depan. Dia membuka pintu,lalu keluar seraya menutup dan menguncinya, kemudian menyalakan starter dan pergi ke tempat renang dengan menggunakan motor yang lebih sering diparkir dirumah ketimbang dia gunakan. Satu kalimat.. “hari ini bener-bener suntuk!” kata viona sambil memacu kendaraannya.

Pukul 05:00 tepat, vio sudah kembali kerumah. Sewaktu dia berjalan ke arah pintu dia mendapati beberapa tangkai tulip yang dirangkai begitu cantik tersimpan dibawah lantai didepan pintu. Vio memungutnya lalu membaca tulisan yang disisipkan didepan bungkusan bunga tersebut..

Is there still grey?
I hope now more than before
I’m sorry for this late
Happy birthday !
Be the first is ordinary
But be the last is extra ordinary
But be the first and the last is great! I hope so…

Dia mendekapnya, mengarahkan tulip-tulip itu ke bagian antara hidung dan mulut, menghirupnya sambil memejamkan mata. Lalu berbisik didalam hati.. “Thanks raggy…” Tersungging senyum manis dari bibirnya.


Viona mulai sering salah tingkah, bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Haha mungkin karena dia juga mulai menyukai si cowok berkulit sawo matang itu.


*few days later…*


Wednesday. Jadwal viona masuk pagi. Waktu sore-sore yang cerah sekitar pukul 3:00 vio pamit pulang sama teman-temannya yang suka nongkrong atau sekadar ngobrol-ngobrol ditoko kue itu. Namun sewaktu menghampiri meja, vio malah keasyikan ikut ngerumpi. Akhirnya pukul 5:00 vio pamit untuk yang kedua kalinya dan benar benar pulang kali ini. Viona memapah kakinya menuju pintu, saat pintu itu dibuka dia mendapati raggy sedang duduk diluar.

Viona    :” hi gy duluan yaa”
Raggy  :” ehh..oh.. i..iya vio hati hati”

Entah vio kurang peka, entah ia ada keperluan sehingga terburu-buru. Namun sikapnya begitu dingin pada raggy tak seperti biasanya, padahal raggy akan mengantarnya pulang.. tadinya. Dan ini benar-benar membuat raggy bingung

*di angkot*
Vio daritadi anteng memutar lagu lewat earpod yang dijejalkan ke lubang telinganya, Beberapakali dia merepeat Take You Away-nya Aungus and Julia Stone dan Wake Up Exhausted-nya Tegan & Sara, sebuah band pop indie asal Canada. Air mukanya begitu suram seperti nenek lampir yang sedang murka dengan ancang-ancang mau balas dendam pada musuhnya. Gengsi! Satu kata itu yang ada dibenaknya sendiri dari tadi.
Viona talk to herself : “Iye! Gue tuh gengsi mau minta anter balik -_- sulit jadi gue! Serba dibawa perasaan. egy gue butuh lo…”
Vio masih ngedumel didalam hati. Tiba-tiba dia melihat raggy yang mendadahinya berusaha menyadarkan vio dari lamunan, (What??) Raggy sedang mencoba menyamai kecepatannya motornya dengan angkot yang vio tumpangi dan lalu menepi. Vio sudah tau apa yang seharusnya dia lakukan saat itu.
Viona    :”kiri kiri pak”
Vio langsung bergegas turun seraya mengayunkan lengannya membayar ongkos pecahan 2000an 2 lembar dengan air muka yang masih tetap suntuk sama seperti saat ia duduk di angkot tadi, vio lalu menghampiri raggy
Viona    :” ngapain sih?”
Raggy  :” yess! Akhirnya berhasil nemuin lu di angkot hehe”
Tak dipungkiri, vio tak bisa menahan senyum tipis nya yang tersipu malu yang lalu berubah menjadi berseri-seri. Sebab keinginannya terkabul (hahaheey)

(Benar kata orang ya, masa-masa pendekatan itu adalah masa yang paling menyenangkan. Setelah menjadi pacar, yaa bisa saja semua hal-hal romantik itu hilang..)



*few months later…*
Raggy memberikan viona sebuah kotak dari kayu ek yang berisi sebuah sweater rajut, beberapa foto-fotonya bersama vio dan beberapa helai tulisan-tulisannya tentang viona, mungkin beberapa robekan dari handbook-nya.



(aku jadi segih begini…duh egy yang sabar ya!)

Viona tidak terkejut melainkan hatinya teriris membaca tulisan raggy, sebab dia tahu, dia tahu sebesar apa perasaan raggy padanya, dihantui rasa bersalah dan perasaan serbasalah (udah raisa banget kannn?!). Belum ada pria lain yang mengisi hati viona tapi raggy, Wiraggy Aditama masih belum bisa membuat viona berkata “ya” untuk menerimanya sebagai kekasihnya kelak. Satu… dua… hingga tak terasa derasnya tetesan airmata membasahi lembar kertas yang dia dekap didadanya. Seketika hujan turun, begitu deras.


*mungkin beberapa minggu kemudian, dan terjadi kecanggungan diantara keduanya*

Sudah beberapa minggu ini raggy dan vio sudah tak kelihatan bersama seperti biasanya. Ini yang paling menyakitkan buat keduanya. Dilanda rasa rindu yang hebat.
Tiba-tiba smartphone viona bergetar 1 kali

*1 message from Egy Aditama*
Raggy  :” Hi Laviona celiya, how’s life? Mmm besok kerja apa?”
Viona girang bukan main! (wanita itu mahluk yang terbuat dari 98% gengsi hufffft! )
Viona    :” halo wiraggy aditama, I’m fine enough (boong tuh) masuk pagi sih, ada apa?”
Raggy  :” lama ya kita gak cerita-cerita, besok temenin aku yuk?”
Viona    :” iya hehe, kemana?”
Raggy  :” pokoknya ikut aja dulu, ok besok aku jemput ya”
Viona    :” eh..?! Ah.. mmm baiklah raggs”




Aku bingung, melanjutkan cerita ini atau nggak.
Aku mulai kehabisan ide, agak mentok rupanya. Comment saja kalau mau kasih ide ya! Biasaaa buat cerita endingnya hehee. Maafkan ya, aku ingin akhir ceritanya berkesan, menarik dan tidak biasa.
Biasanya kalau berpikir keras atau menghayal agak lama otakku selalu minta istirahat, katanya sudah waktunya tidur. Lagipula oreo dan frapucinno ku sudah tanggal sedari tadi. Jadi nanti ku tentukan dulu ya selagi aku memilah-milah dan menyusun episode nya (yang hanya 2 apa 3 gitu…ehehee).
Selamat malam para nocturnal, tetap berlindung dibawah selimut semesta ya, tenang saja karena gangguan tidur itu hanya sementara, agak menguntungkan buatku, buktinya jadi cerita nih ha ha. Salam hangat terdahsyat terdepan dan terbaik dari aku ya, terutama untuk si dia…
Yang mengaku namanya Wiraggy Aditama.

-nayaa2014- #latepost #latepost #latepost


2 komentar: